NINDY



Nin, entah apa yang terjadi, dua orang manusia yang bahkan tidak akan pernah membuat janji ternyata saling menampakkan diri. Awalnya biasa saja, angin pun tidak akan menyangka untuk menyampaikan benih hati yang tidak sengaja tumbuh di ladang diri. Detik demi detik, menit pun berganti, waktu terus bergulir, aku terus melihat, mendengar, bertegur sapa lalu bercerita.

Teman? Iya akhirnya kita berteman, bukan teman spesial, bukan teman akrab, bahkan bukan teman yang bisa diandalkan, menurutmu. Sapa dibalas sapa, tanya dibalas jawab, canda dibalas tawa, iya aku tau dan itu cukup untukmu. Tapi aku tidak, bukan bermaksud memaksa tetapi apa yang salah?

Suka? Iya akhirnya kita saling suka, suka bercerita, suka mendengarkan, suka mengingatkan bahkan suka menertawakan, menurutmu. Inilah cara berteman, selalu memberikan sebuah tanggapan demi mencapai sebuah kesatuan, iya aku tau dan itu cukup untukmu. Tapi maaf aku tidak, memang itu pilihanmu, tetapi kenapa?

Cinta? Iya akhirnya aku cinta, cinta yang tidak tau kapan akan dibalas dengan saling cinta. Cinta yang tidak akan pernah dilihat, cinta yang tidak akan pernah dirasa,
cinta yang tidak akan pernah ada, olehmu. Iya aku tau dan itu memang hakmu. Tetapi sekali lagi aku minta maaf, ini hakku untuk mencintaimu.

Hari berganti hari, bulan terus berlari dan tahun tidak akan pernah berhenti. Apa kabarmu? Sudah 1.460 hari kita menjadi orang asing, tak ada lagi cerita, tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi tegur sapa. Tak terasa ya? Iya menurutmu tapi aku tidak.Terima kasih atas 4.015 hari mu menjadi daftar orang yang akan selalu kurindu. Entah sampai hari keberapa aku akan selalu menghitung, entah sampai masa apa aku akan selalu mengingatmu.

Terima kasih sudah menjadi orang yang akan selalu ada, iya cuma dipikiranku.


0 Response to "NINDY"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel