Misteri Masa Depan




Tidak ada yang tahu di masa depan kamu akan tinggal di mana, Kamu akan bekerja sebagai apa. Apakah cita-citamu yang selalu kamu ucapkan tiap kali ditanya waktu kecil dulu akan tercapai. Atau dengan siapa kamu akan menikah nanti. Itu hanya beberapa contoh kecil dari bagian kehidupan manusia yang masih misteri. Masa depan tidak ada yang tahu karena itu bagian dari rahasia Illahi. Ibarat kotak undian tidak ada yang tahu siapa yang beruntung mendapatkan hadiah dari undian tersebut.
Seperti yang aku alami sekarang, berdiri di hadapan siswa luar biasa. Dikatakan luar biasa karena penampilan mereka seperti bukan anak sekolahan pada umumnya. Rambut yang panjang dan berwarna, telinga penuh dengan bekas tindik, badan dipenuhi tato, baju kaos, celana robek di bagian lutut, rokok selalu terselip di jemari mereka tatkala menunggu kedatanganku dan guru lainnya tiba. Itu untuk penampilan anak cowok sedangkan untuk anak cewek penampilan mereka bak model papan atas dengan polesan make up yang tebal, rambut yang terurai dan memakai baju yang cukup ketat. Walaupun masih ada di antara mereka yang berpenampilan cukup sopan dibandingkan yang disebutkan tadi.
Meskipun selama di sekolah ini aku berusaha tetap tersenyum dan terkesan berani tapi sesungguhnya tidak seperti itu. Aku cukup takut untuk bertemu mereka karena tampang mereka yang terkesan menyeramkan serta sikap dan gaya bicara mereka yang masih kurang sopan. Itu adalah kesan pertamaku tentang mereka. Mereka adalah anak-anak yang putus sekolah dan anak jalanan. Ada yang bermasalah di sekolah lamanya, ada yang tidak mampu membayar uang sekolah, ada yang tidak suka sekolah, dan ada juga yang tidak mampu mendapatkan sekolah magang untuk mereka yang dulunya anak SMK.
Tak pernah terlintas atau punya niat untuk mengajar di sekolah seperti ini. Siapa pun pasti ingin mendapatkan tempat mengajar yang nyaman, bukan. Begitu juga dengan aku yang masih merintis karir sebagai seorang guru. Lagi-lagi karena ini merupakan misteri masa depan yang tak terduga sebagai seorang beragama aku mencoba menerima takdir ini. Hari demi hari berlalu, sedikit demi sedikit aku dan guru yang lain mencoba untuk mengenal mereka lebih dekat. Ternyata, tak selamanya mereka itu seperti yang kubayangkan di awal pertemuan. Sebagian besar mereka masih ada keinginan untuk bersekolah kembali meskipun usia dan fisik mereka tidak sama dengan anak sekolah dengan tingkat pendidikan yang sama. Misalnya, anak SMA kelas 12 rata-rata di usia mereka seharusnya sudah duduk di bangku kuliah. Namun, karena kesalahan dulu membuat mereka terhenti dan akhirnya putus  sekolah.
Mereka bukan tidak ada usaha untuk bersekolah kembali. Dari cerita si Andri, salah satu siswa kelas 12 di sekolah ini. Dia bercerita dulunya dia anak SMK negeri karena dia jarang masuk dan sering berkelahi akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah lamanya. Setelah itu, orang tuanya berusaha mendaftarkan dia ke sekolah-sekolah lain baik itu SMK negeri atau SMK swasta. Sebagian besar sekolah menolak. Itu sudah pasti untuk anak seperti dia. Ada juga yang menerimanya, tapi lagi-lagi permainan uang berperan besar dalam hal ini. Orang tuanya harus menyiapkan dana minimal 7 juta untuk sekolah tersebut padahal orang tua Andri termasuk keluarga yang kurang mampu. Akhirnya, dia putus sekolah beberapa tahun. Rencananya, dia akan didaftarkan di sekolah paket tapi urung dilakukan setelah mendengar kabar dibukanya sekolah khusus untuk anak jalanan dan putus sekolah yang bebas biaya oleh pemerintah diknas. Sekarang disinilah dia berada bersama puluhan siswa lainnya di sekolah untuk anak jalanan dan putus sekolah. Merangkai kembali mimpi dan cita-cita mereka yang sempat tertunda. Memang, dulunya mereka hidup di lingkungan dan komunitas yang kurang beruntung tetapi tetap saja mereka adalah anak bangsa yang juga berhak mendapatkan pendidikan. Aku dan guru lainnya disini juga bersama mereka akan membuka satu persatu misteri masa depan ini hingga kami tahu akan ke arah mana jalan cerita ini akan berakhir.

0 Response to "Misteri Masa Depan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel