Takdir Hidupmu Berada di Genggamanmu



Apa yang terbesit dipikiran kalian ketika kalian mendengar kata takdir? Ada yang berpendapat bahwa takdir adalah ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan. Ya, pernyataan itu benar. Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu).
Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah. makna takdir berdasarkan firman-firman Allah Swt. dan hadis-hadis yang shahîh, seperti yang dituangkan oleh Allah dalam firman-Nya berikut ini, "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi, dan tidak pula pada diri kalian sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh al- Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," (QS Al-Hadîd [57]: 22). Maksudnya, apa saja yang telah terjadi di permukaan bumi ini telah ditulis oleh Allah dalam kitab-Nya yang tersimpan rapi di Lauh al-Mahfuzh, bahkan sebelum terjadi atau pun sebelum diciptakan-Nya. Jadi, semua itu telah digariskan oleh Allah Swt. dalam ketetapan-Nya. Sedangkan dalam bahasa Inggris takdir disebut predestination.
Dari uraian di atas telah kita ketahui bahwa takdir itu semuanya telah diatur oleh Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta dan seisinya di jagat raya. Namun meskipun takdir itu telah ditetapkan oleh Allah, takdir itu juga bergantung pada diri kita sendiri. Why ? Mengapa takdir itu tergantung pada diri kita ? Seperti yang dilansir dalam kitabullah "Apa saja nikmat yang engkau peroleh adalah dari sisi Allah. Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri," (QS Al-Nisâ’ [4]: 79). Dari firman Allah tersebut jelaslah mengartikan bahwa kenikmatan itu datangnya dari Allah sedangkan bencana itu datangnya dari diri kita sendiri.
Nikmat itu bisa kita peroleh jika kita senantiasa bersyukur dengan apa yang telah Allah tentukan dalam hidup kita, nikmat itu pula datang dari perbuatan yang kita lakukan. Jadilah pribadi yang dicintai Allah. Mulailah mendekatkan diri kita kepada Allah, cobalah untuk menjadi insan manusia yang yang lebih baik lagi bukan hanya untuk diri kita namun juga untuk insan manusia yang lain sebab di dunia ini kita adalah mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan manusia lainnya.
Ketika kita bisa merasakan syukur karena telah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk insan yang lain maka kita akan merasakan nikmat yang Allah tunjukan kepada kita, dan itulah takdir kita. Namun sebaliknya jika kita tidak pernah bersyukur, tidak bisa berinteraksi secara baik dengan insan manusia lain dan menjadi pribadi yang dilaknat Allah, maka bencana pun akan datang kepadanya sesuai dengan apa yang telah ia lakukan dan itu takdir yang Allah berikan.
So, takdir itu berada di genggaman kita, jika ingin mendapatkan takdir yang baik maka berusahalah memproseskan diri kita menjadi insan manusia yang baik dalam menjalani lakon di dunia ini, dan jika kita menjalani proses kehidupan ini dengan melakukan perbuatan yang tidak disukai Allah maka takdir kita pun akan buruk.


0 Response to "Takdir Hidupmu Berada di Genggamanmu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel