NEISYA


Kagum, adalah salah satu kata yang bisa diungkapkan hingga saat ini. Bukan wajah, tahta, maupun prestasi diri, kenyamanan dalam mengungkapkan kata-kata adalah alasan terkini. Ada yang bilang dari mata turun ke hati, iya itu bisa diyakini tanpa memunafikkan diri. Tapi untuk masalah yang satu ini, maaf apabila kenyataannya sedikit keluar dari kebiasaan jati diri. Sebut saja dia Neisya, perempuan yang tidak biasa. Tidak suka hal romantis tetapi tetap ingin mendapatkan perhatian manis. Tidak pernah merasa letih walaupun kehilangan banyak energi. Tidak selalu melakukan kegiatan mainstream ketika hal limited pun mampu menebarkan ekspresi. 

Neisya adalah teman lalu, jumlah kata pun mungkin bisa terhitung sejak pertama kali bertemu untuk membahas mengenai sesuatu. Bukan tanpa alasan, mungkin hanya sekedar perpaduan yang tidak padu. Lingkungan yang tidak bisa selalu mendukung untuk bertemu, dan hanya sekedar tahu. 
Tuhan memang sang pengatur segala sesuatu, apa yang terjadi dahulu kini berbalik memutar waktu. Aku tidak tahu apa alasan dibalik rasa menggebu disaat semuanya hampir tidak bisa menyatu. 

Status teman tetapi tidak menemani, status teman tetapi belum sempat mencari, status teman tetapi bibir ingin mengungkapkan hati. 
Aneh, adalah kata yang tersisa saat ini. 
Andai, adalah harapan yang tak pasti. 
Aku, adalah penyimpan hati. 
Neisya, adalah teman lalu, tolong jangan berlalu. 


Palembang, 29/02/2020 

0 Response to "NEISYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel